Friday, November 19, 2010

At a Glance: Petty S. Fatimah


Hey, this gorgeous lady, chief editor of the famous Femina magazine told me that she looooove coffee but not the black one. “That’s why I don’t like espresso,” she said during a luncheon at Plaza Indonesia Mal. She likes any kind of 3in1 coffee even the sachets as long as they give delicate coffee scents that make them more enjoyable to sip.

"I just don't like pure black coffee. I enjoy latte, capuccinno, I love Toraja, Makassar coffee..." and the conversation went on...

So, next time round, you know not to offer her black coffee, okay? Add more milk, only for this beautiful, super active woman ;)


(*written by Vera Makki* - http://kopiluwakstory.blogspot.com)

Monday, October 25, 2010

Kafein Meningkatkan Metabolisme, Menurunkan Berat Badan

Membaca informasi ini, siapa pun yang gila kopi (terutama perempuan) pasti langsung jingkrak-jingkrak *atau mungkin saya aja ya? ...*

Berdasarkan buku “The Miracle of Caffeine” karangan peneliti Bennett Alan Weinberg dan Bonnie K. Bealer, kafein meningkatkan laju metabolisme, dan karena itu, membakar lebih banyak kalori sehingga berat badan seseorang dapat berkurang.

Menurut peneliti Robert Conlee, Ph.D, kafein meningkatkan laju metabolisme dengan mempengaruhi kerja sistem neurotransmitter. Kafein, sebagaimana telah dibuktikan dalam berbagai penelitian, mempercepat metabolisme selama 24 jam setelah dicerna.

Empat mekanisme kerja kafein dalam menurunkan berat badan (dikutip dari buku “The Miracle of Caffeine”):

1. Menurunkan nafsu makan dan membuat kita lebih cepat kenyang, serta mempertahankan kondisi kenyang untuk kurun waktu yang lebih lama
2. Meningkatkan liposis atau pembakaran lemak
3. Meningkatkan laju metabolisme basal, serta membakar kalori alih-alih menyimpannya
4. Meningkatkan kapasitas berolahraga dan penggunaan enerji, serta jumlah lemak yang dibakar selama berolahraga (jadi tetep ya neng, kudu olahraga…)

Nah, jangan ragu untuk ngopi. Asalkan takarannya pas (tidak berlebihan), manfaatnya banyak lho, termasuk untuk urusan berat badan. Yeay!

(*written by Vera Makki* - http://kopiluwakstory.blogspot.com)

Monday, October 18, 2010

KOPI SOLONG ACEH

Kopi Solong Aceh ini nikmatnya luar biasa, terutama jika dihidangkan panas (thanks to mbak Uni Lubis yang sudah memberikan sebungkus kopi tubruk ini). Dibanding kopi lain, aroma kopi Aceh lebih harum dan kuat. Bagi penggemar kopi, menghirup aroma kopi Aceh saat diseduh sudah memberikan enerji, di saat yang bersamaan, kehangatan tersendiri. Secangkir kopi Aceh super panas sangat cocok diminum sambil membaca buku atau mengerjakan tugas yang menbutuhkan konsentrasi tinggi.

Jangan lupa apabila bertandang ke Aceh, mampir ke kedai kopi Solong. Pemiliknya adalah pak Ahmad Solong yang meracik dan menyajikan kopi dengan cara unik sejak 1974. Hanya menggunakan kopi Aceh terpilih, beliau pun menurunkan cara-cara meracik kopi yang sangat menarik sehingga menjadi tradisi tersendiri hingga kini. Penyajian kopi kemudian menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu bagi para pengunjung kedai.

Penasaran? Ke Aceh yuk!

(*written by Vera Makki* - http://kopiluwakstory.blogspot.com)

Sunday, October 17, 2010

Manfaat Kebiasaan Minum Kopi

Buat saya yang sudah minum kopi sejak kelas 3 SD (umur 8 tahun), manfaat yang sudah pasti dirasakan adalah rasa nyaman. As long as I remember, pertama kali diperkenalkan dengan kopi adalah saat makan buah alpukat yang diatasnya diberikan beberapa sendok air kopi tubruk dan taburan gula oleh ibu saya. Sejak saat itu, terutama di masa-masa kuliah, kopi sudah menjadi keseharian saya di pagi atau malam hari. Takarannya tentu saya atur (walaupun gila kopi), since anything that is ‘too much’ is not good for us ;)


Pro dan kontra seputar kopi sudah banyak dibahas. Daripada pusing mikir kontra-nya, di bawah ini adalah manfaat kebiasaan minum kopi, beberapa diantaranya saya juga baru tau:

1. Mengurangi risiko pengidapan diabetes
Seseorang yang minum kopi lebih dari 6 cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Inilah kesimpulan dari sebuah riset skala besar yang dilakukan terhadap 80ribu orang selama 18 tahun di Amerika Serikat

2. Kafein mengurangi derita sakit kepala
Sebuah penelitian menemukan bahwa kafein yang terdapat dalam kopi atau the (dalam jumlah tertentu) sanggup membantu mengobati sakit kepala. Seimur Diamond, M.D. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic, penderita migren dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat. Jadi sebelum minum obat, coba sembuhkan sakit kepala dulu dengan minuman berkafein (ini yang ibu saya sering lakukan, “Pusing, minum kopi dulu deh mama…’)

3. Kafein membantu kita untuk bisa berpikir lebih cepat
Coba konsumsi teh atau kopi 15/30menit sebelum wawancara atau presentasi di kantor, hasilnya mungkin akan cukup lumayan karena kafein yang terdapat dalam kopi atau teh terbukti mampu memberi ‘sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak

4. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah dan bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. Hal ini diperkirakan karena kafein menbuat ‘bahan bakar’ yang dipakai otot lebih lama

5. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan enerjik

6. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA

Sumber diambil dari www.detikhealth.com yang disadur oleh Indriani dalam buku terbitan Gramedia berjudul ‘100 Resep Cold Coffee: for Coffee Lovers’.

(*written by Vera Makki* - http://kopiluwakstory.blogspot.com )

Thursday, October 07, 2010

One Fine Morning at Citos


Sudah cukup lama saya tidak ke Citos (Cilandak Town Square) di pagi hari. Janjian bertemu dengan seorang rekan pukul 8am, awalnya saya tidak menyebutkan lokasi detil tempat bertemu. Saya pikir, kita lihat on the spot, mana tempat yang paling enak untuk diskusi (pastinya yang sudah buka, ada wifi, ada colokan).


Setibanya di Citos, awalnya supir saya sempat bingung karena pintu masuk masih ditutup oleh security yang standby di depannya. Ternyata, tanpa saya tahu juga mengapa, ia hanya membuka tali pengaman apabila ada mobil yang benar-benar ingin masuk ke Citos (gak repot ya pak?)


Setibanya di Citos, Dome Cafe masih tutup. Awalnya saya ingin ke Coffee Bean and Tea Leaf, namun belum buka, masih gelap, petugasnya masih mengepel lantai. Too bad, I already thought of its breakfast combo. Satu outlet yang memang sudah terang benderang dengan beberapa orang di dalamnya sudah asyik baca koran atau berkutat dengan laptopnya adalah... Starbucks. Juara deh emang!


To be fair to other coffee shops, saya pun menengok sebentar ke lorong untuk melihat tempat mana lagi yang bisa dikunjungi pagi ini... dan saya pun melihat JCo sudah beroperasi. Namun akhirnya pilihan saya kembali ke Starbucks, walaupun saat masuk, AC nya lumayan dingin. Langsung saya cari tempat duduk sesuai kriteria: dekat colokan.


Starbucks pintar juga, di ruangan yang dingin ini... pilihan tepat adalah menyeduh kopi panas dan menghangatkan badan dengan pilihan sarapan pagi yang yummy. Pilihan saya jatuh ke Hot Latte original (tanpa tambahan flavour apapun) plus blueberry muffin (yang dihangatkan + extra 2 margarine). Barista di sini helpful, proactive, charming dan handal (berbeda dengan yang saya kunjungi dua hari lalu di Kemang Village).


A chat with my friend went well ... my body got warm... a great Friday morning, I had. Blessed. (*written by Vera Makki* - http://kopiluwakstory.blogspot.com/)

Wednesday, January 20, 2010

From New Orleans with Love

Selamat Tahun Baru! Ih... udah tanggal berapa ini? kok baru tahun baruan sekarang? :) saya baru sadar terakhir mereview kopi di bulan September lalu, sehingga perkenankan saya mengucapkan selamat tahun baru untuk para pecinta kopi melalui site ini.

Akhir pekan lalu saya 'girls nite out' dengan puteri saya, 6 tahun, berdua saja. Kita ke Blitz Teraskota dan nonton 'The Princess and the frog'. Film ini pas kita tonton berdua karena setting film ini mengantarkan saya ke lima tahun silam saat liburan ke New Orleans, LA - dimana saat itu puteri saya berusia hampir 1 tahun. We had a wonderful memory towards this city, especially for its one of a kind coffee.

New Orleans terkenal dengan kopinya yang luar biasa enak: Cafe Au Lait. Tempat nongkrong yang terkenal di sana adalah Cafe du Monde (http://www.cafedumonde.com/coffee.html). Walau punya beberapa outlet, tempat yang paling oke adalah yang terletak di Decatur Street, French Market. Di tempat yang tak pernah sepi ini, kita dapat melihat pejalan kaki lalu lalang dan menikmati alunan jazz gratis a la Louis Armstrong yang dimainkan oleh seniman di pinggir taman. Dari tempat terbuka ini, kita juga dapat merasakan suasana di masa kolonial melalui arsitektur gedung-gedung cantik perpaduan gaya Spanyol dan Perancis.

Cafe Au Lait, walaupun namanya telah dipakai oleh beberapa coffee shop di Indonesia, namun rasanya belum ada yang sanggup menyamai kopi ini (jangan salahkan saya kalau saat mencoba Cafe Au Lait di beberapa tempat di Jakarta, saya masih menyebutnya 'kopi abal-abal'). Instruksi pembuatan kopi ini sesungguhnya gampang banget: 1/2 kopi panas + 1/2 susu panas. Tapiii... kok udah dicoba gak ada yang bisa nyamain rasanya ya... pasti ada additional secret ingredients deh (and I know what it is!)

Cafe Au Lait (baca: o le) terbuat dari kopi hitam (dark roasted) asal Perancis dan Chicory, yaitu akar tanaman endive semacam lettuce. Akar ini dibakar dan digiling, untuk kemudian dicampur bersama kopi hitam untuk menambah kekentalan dan rasa pada kopi, sehingga tidak terlalu pahit dan encer.

Nah pasangan Cafe Au Lait yang pas adalah beignet (baca: be nye) yaitu semacam donat namun berbentuk persegi empat yang digoreng panas hingga mengembang dan setelahnya ditaburi gula bubuk (powdered sugar) di atasnya. Satu piring berisi tiga buah. Rasanya yummy bangetttt!!!

Nah yang seru nih, sepulang dari New Orleans, saya pun bekerja part time sebagai manager Cafe khas New Orleans yang menyajikan Cafe Au Lait di Houston, TX saat saya sekolah di sana. Lumayan, sehari dapat US$75 + tips + Cafe Au Lait dan beignet gratisan ... sesekali saya pun yang harus mengolah kopi tersebut dan bahkan menggoreng beignet. Jadi tau nih rahasianya...

Nonton 'The Princess and the frog', selain ceritanya lucu, pikiran saya pun melayang kembali ke masa-masa indah tersebut. Jadi kangen banget sama Cafe Au Lait nya, apalagi beignetnya (ini sedap banget loh dimakan saat musim hujan seperti sekarang ini). Sayangnya... bahan-bahan dasar pembuat beignet dan kopi ini gak ada di Indonesia. Jadi susah bereksperimen. Sudah pernah coba, yang ada, rasanya seperti kue bantal. Hahaha... (*written by vera makki - http://kopiluwakstory.blogspot.com/)